Organisasi 5 Jari

logo-katar-header.gifOrganisasi ibarat lima buah jari …
Ibu Jari adalah Pemimpin sebuah organisasi..
Jari Telunjuk adalah Para Anggota dan Bidang Pendukung…
Jari Tengah adalah Tujuan yang akan dicapai…..
Jari Manis adalah sebuah Kepercayaan ……
Jari Kelilingking adalah sebuah Gerakan (Action) ….
Jika kelima jari ini utuh..…..
maka kita bisa mengenggam sebuah impian dengan kuat…dan sebuah impian akan terwujud dengan mudah.
Ketika jari kelingking hilang, maka akan berkurang tenaga untuk menggenggam sebuah impian…
organisasi tetap akan berjalan, namun sulit untuk menggapai sebuah impian jika tidak ada sebuah gerakan perubahan….
Ketika jari kelingking dan jari manis hilang….
maka kekuatan untuk menggenggam sebuah impian akan semakin melemah….
organisasi masih tetap berjalan…tapi akan sulit untuk menyatukan impian dan kepercayaan, karena masing-masing merasa orang yang paling benar, tidak ada sikap saling terbuka dan percaya. Masalah yang timbul tetap akan menjadi bayang-bayang ketidaksuksesan.
Ketika jari kelingking, jari manis dan jari tengah hilang…..
Maka Genggaman sebuah impian akan semakin surut,, sulit untuk memegang sebuah impian hanya dengan ibu jari dan jari telunjuk.

Impian bisa terlepas kapan saja. organisasi hanya tinggal sebuah perkumpulan yang tidak bermakna jika tidak ada tujuan didalamnya.
Ketika yang tersisa hanya sebuah ibu jari..
maka tidak ada lagi sebuah organisasi, karena pada dasarnya ibu jari tidak bisa memegang, apalagi menggenggam….
tidak ada organisasi yang didirikan hanya dengan satu orang. Yang ada hanya impian pribadi, bukan impian organisasi….
dan yang tidak kalah penting……
”Organisasi ibarat sebuah api unggun dan kader-kadernya adalah kayu bakarnya.
Untuk membuat api terus membesar harus ada kayu bakar baru yang tersedia”
Proses regenerasi juga memiliki peran penting dalam kelangsungan organisasi, bila proses regenerasi tersebut terhambat maka proses berjalannya organisasi itu juga akan terganggu seperti api unggun yang kehabisan kayu bakar……maka diperlukan kader-kader baru untuk membuat estapet sebuah organisasi tetap berjalan…..sehingga ibu jari tidak tinggal sendirian..
sumber ( http://filsafat.kompasiana.com/2012/04/10/organisasi-lima-jari/ )

Jati Diri Karang Taruna Membangun Bangsa

Jati Diri KATA
Jakarta– Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Gunawan Sumodiningrat menilai masih belum banyak literatur tentang kiprah pemuda Indonesia dalam membangun desanya. Padahal, banyak anak muda di pelosok nusantara yang memiliki  kepedulian tinggi terhadap lingkungannya.
“Tidak banyak buku yang ditulis anak-anak muda tentang  tentang bagaimana peran pemuda desa dalam mengatasi masalah kesejahteraan sosial, padahal potensinya ada,” kata Gunawan dalam bedah buku “Jati Diri Karang Taruna Membangun Bangsa” di Gedung Wanabakti Wanita Tama, Yogyakarta, Minggu.
Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, minggu, juga menyebutkan bahawa acara tersebut juga dihadiri Kasubdit Karang Taruna Kementerian Sosial, Afrizon Tanjung, Ketua Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta GKR Pembayun dan Sosiolog Faraz Umaya.
Menurut Gunawan, Karang Taruna sebagai organisasi sosial yang berkiprah nyata di desa, diharapkan membudayakan menulis buku soal perjuangan mereka dalam mengatasi persoalan sosial di desa.  “Supaya perjuangan itu bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna, Taufan E.N. Rotorasiko mengatakan, Karang Taruna yang sudah berusia 51 tahun adalah bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan desa, sehingga sudah saatnya peran nyata itu dituangkan dalam sebuah buku.
“Buku ini ditulis untuk menyemangati pemuda desa di seluruh Nusantara untuk menggali nilai-nilai kekarangtarunaan serta berbagi kisah perjuangan, kerja keras mereka sebagai pemuda khususnya pengurus Karang Taruna, dalam membangun desa dan mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial,” ujarnya.
Ditambahkannya, budaya literasi harus dikembangkan di kalangan anak muda dalam menuangkan gagasan, konsep pemikiran dan aspirasi dalam membangun bangsa. Apalagi, banyak pemuda desa yang menjadi pelopor dalam mensejahterakan masyarakat sekitarnya.
“Para pemuda itu tidak berdiam diri. Mereka bekerja dan bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi pemuda lainnya. Menuangkan inspirasi itu dalam bentuk buku adalah bagian dari upaya mendidik pemuda Indonesia yang berkarakter,” katanya.

Menurut Taufan, membangun Indonesia harus dimulai dari desa. “Karang Taruna bertekad untuk menciptakan lebih banyak pemuda yang membangun desa,” katanya.

Mars Karang Taruna

548744_442413299147023_1777189062_n

Kami pemuda pemudi Indonesia
Yang tergabung satu dalam Karang Taruna
Kami penerus cita-cita bangsa
Demi kejayaan Republik Indonesia

Reff: Karang Taruna milik kita semua
Mengemban amanat Bangsa tercinta
Menuju cita-cita Pancasila
Negara adil makmur sentosa

Smoga Tuhan s’lalu bersama kita
Dalam menunaikan tugas mulia
Bersatu padulah kita semua
Dibawah panji Karang Taruna